SUPERSEMAR DAN PENGKHIANATAN SUHARTO DAN TNI AD

Catatan A. Umar Said

Dalam kesempatan untuk mengenang kembali Supersemar, yang selama 32 tahun Orde Baru telah dipamerkan oleh pendukung-pendukung rejim militer Orde Baru sebagai peristiwa besejarah untuk “menyelamatkan negara dan bangsa Indonesia”, berbagai orang telah mengemukakan pendapat dan perasaan mereka.

Di antara mereka itu terdapat tokoh-tokoh korban peristiwa 65 dan eks-tapol seperti Ibrahim Isa (dari Nederland), Gutav Dupe (dari Jakarta) , Utomo S (pimpinan LPR-KROB). Sejarawan Asvi Warman Adam membuat tulisan yang amat menarik sekali yang berjudul « Supersemar dan kudeta merangkak MPRS », yang mengurai berbagai persoalan dan mengajukan bahan-bahan baru untuk renungan kita bersama. Harian Kompas dan Sinar Harapan juga menyiarkan tulisan-tulisan yang menarik mengenai masalah ini.

SUPERSEMAR MENCELAKAKAN BANGSA DAN NEGARA

Dari tulisan-tulisan yang baru-baru ini dapat dibaca, jelaslah kiranya bahwa Suharto dkk (artinya : Angkatan Darat dengan dukungan berbagai golongan reaksioner dalamnegeri dan luarnegeri) telah menjadikan Surat Perintah Sebelas Maret sebagai puncak pembangkangan, pemboikotan dan pengkhianatan terhadap presiden Sukarno.

Pembangkangan, pemboikotan dan pengkhianatan terhadap presiden Sukarno ini didahului dengan pembunuhan besar-besaran terhadap 3 juta anggota dan simpatisan PKI, dan penahanan sewenang-wenang terhadap sekitar 2 juta orang tidak bersalah apa-apa, serta penyebaran terror di seluruh negeri. Ini semua dilakukan oleh golongan militer (terutama Angkatan Darat), tanpa persetujuan presiden Sukarno.

Sesudah peristiwa Supersemar (11 Maret 1966) pembangkangan dan pengkhianatan terhadap presiden Sukarno ini dilanjutkan dengan langkah-langkah Suharto dkk lainnya, dengan « membersihkan » MPRS dan DPR-GR dari golongan pro-PKI dan pro-Bung Karno, sehingga MPRS bisa sepenuhnya dikuasai dan dimanipulasi oleh Suharto dkk. MPRS yang sudah dikebiri atau dibikin loyo oleh Angkatan Darat inilah yang kemudian bisa didesak untuk mencabut kedudukan Bung Karno sebagai presiden/panglima tertinggi ABRI/pemimpin besar revolusi/mendataris MPRS.

Seperti sudah sama-sama kita saksikan sendiri, dengan diangkatnya Suharto sebagai presiden dalam tahun 1968 oleh MPRS, maka negara dan bangsa Indonesia telah dijerumuskan oleh Angkatan Darat yang dipimpin Suharto dalam masa gelap selama puluhan tahun yang penuh dengan pelanggaran HAM, kebejatan moral, kerusakan perikemunusiaan, kehancuran kehidupan demokratis, dan hancurnya persatuan bangsa. Dari segi ini dapatlah kiranya kita katakan dengan tegas bahwa Supersemar telah mencelakakan bangsa dan negara.

ANGKATAN DARAT MENGKHIANATI BUNG KARNO DAN REVOLUSI

Berbagai tulisan yang sudah disiarkan di Indonesia dan di luarnegeri menunjukkan dengan jelas tentang pengkhianatan golongan Angkatan Darat yang dipimpin Suharto ini terhadap presiden Sukarno, terutama sekali dengan menyalahgunakan Supersemar. Kejahatan Angkatan Darat ini tidak saja karena pembantaian besar-besaran terhadap anggota dan simpatisan PKI dan simpatisan Bung Karno, melainkan karena telah meneruskan berbagai kejahatan dan pelanggaran HAM selama lebih dari 30 tahun.

Kalau dihitung jumlah orang yang jadi korban pembunuhan, dan yang ditahan sewenang-wenang, dan orang-orang dari berbagai kalangan yang menjadi korban peristiwa 65, ditambah dengan kejahatan-kejahatan lainnya selama Orde Baru, maka tidak salahlah kalau ada orang-orang yang mengatakan bahwa Angkatan Darat di bawah pimpinan Suharto merupakan golongan bangsa yang telah mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi rakyatnya sendiri.

Sejarah dan praktek-praktek Orde Baru menunjukkan dengan jelas bagi banyak orang bahwa dengan menyalahgunakan Supersemar, Angkatan Darat di bawah pimpinan Suharto bukan saja telah mengkhianati Bung Karno, tetapi juga merusak cita-cita revolusi rakyat Indonesia. Angkatan Darat di bawah pimpinan Suharto bukan saja telah menghancurkan PKI dan kekuatan kiri lainnya, tetapi juga merusak secara serius dan besar-besaran banyak tatanan demokratis dari kehidupan politik.

Singkatnya, di bawah pimpinan Suharto, Angkatan Darat telah merusak Republik Indonesia, yang akibat parahnya masih kita saksikan sampai sekarang di berbagai bidang kehidupan bangsa. Kerusakan yang disebabkan berbagai kejahatan ini sudah demikian banyaknya dan juga demikian besarnya sehingga sulit untuk diperbaiki dalam jangka dekat dan waktu singkat. Banyak dari masalah-masalah parah dan rumit yang kita saksikan dewasa ini adalah warisan atau akibat dari rejim militer Orde Baru, yang dibangun oleh Angkatan Darat di bawah pimpinan Suharto.

TNI TELAH DIRUSAK OLEH SUHARTO

Peran busuk dan khianat yang sudah dimainkan oleh Angkatan Darat di bawah pimpinan Suharto yang menyalahgunakan Supersemar untuk menggulingkan presiden Sukarno dan kemudian mendirikan Orde Baru telah berakhir (secara resminya !!!) dengan jatuhnya Orde Baru. Tadinya, banyak orang mengira atau berharap bahwa TNI bisa mengubah dirinya, dan tidak berjiwa dan bertindak lagi seperti selama rejim militer Orde Baru, setelah Suharto tidak lagi menjadi presiden dan panglima tertinggi.

Tetapi, kerusakan di kalangan militer (terutama Angkatan Darat) yang disebabkan pimpinan Suharto sudah sedemikian parahnya dan pembusukan sudah sedemikian jauhnya, sehingga hanya sedikit sekali (kalau ada!) perubahan dalam sikap mental atau moral mereka. Selama 32 tahun Suharto telah memanjakan golongan militer, dan menjadikan mereka sebagai “kelas istimewa” dalam kehidupan bangsa, yang berada di atas segala golongan lainnya dalam masyarakat.

Perlakuan istimewa Suharto terhadap golongan militer ini adalah untuk “membeli” kepatuhan atau kesetiaan mereka kepadanya. Oleh karena itu, walaupun terjadi banyak kesalahan atau pelanggaran yang dibuat oleh kalangan militer selama Orde Baru , Suharto tidak (atau jarang sekali !) bertindak. Asal mereka patuh kepadanya. Itu sebabnya, maka banyak pelanggaran HAM atau penyalahgunaan kekuasaan atau korupsi, yang banyak dilakukan oleh pimpinan militer dari berbagai tingkatan dibiarkan saja dan tidak ditindak.

Sekarang, ketika resminya Orde Baru sudah gulung tikar, dan Suharto sudah dipaksa turun, maka adanya pimpinan militer seperti yang dipertontonkan panglima Kodam Jaya,Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo, adalah pertanda bahwa pada pokoknya TNI-AD masih belum mengadakan perubahan seperti yang dituntut oleh gerakan reformasi.

Menurut Detikcom 7 Maret yang lalu, “ia meminta masyarakat waspada bangkitnya kembali gerakan komunisme. Hal itu bisa dilihat dari kegiatan mereka yang belakangan ini makin nyata. Kegiatan seperti pameran budaya di TIM yang digelar korban stigma Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 22 Februari lalu dan bedah buku sejarah BTI dan PKI karangan Pramoedya Ananta Toer, dinilainya sebagai bentuk konsolidasi partai berlambang palu dan arit itu.

“Konsolidasi PKI itu dalam rangka menyusun kekuatan dan memulihkan nama baik sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2009. Targetnya, PKI bisa masuk dalam percaturan politik Indonesia. Karena itu, imbuhnya, semua pihak harus waspada dengan kemungkinan bangkitnya komunisme yang makin intensif melakukan kegiatan, baik terbuka maupun tertutup.

“Selain pameran budaya dan bedah buku, indikasi bangkitnya PKI bisa dilihat dari banyaknya aksi demo yang dilakukan para buruh tani dan sejumlah aktivis mahasiswa dari kelompok kiri yang intinya minta pencabutan Tap MPR 25/1966 tentang Pembubaran PKI, menghidupkan kembali organisasi komunis dan membubarkan koter. Kodam Jaya dalam hal ini intelijen tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas kelompok-kelompok yang dianggap garis kiri. » (kutipan selesai).

Gaya dan isi pidato Mayjen Agustadi itu mengingatkan kita kepada berbagai pernyataan dan pidato yang sering diucapkan tokoh-tokoh militer selama 32 tahun Orde Baru. Dengan terus-menerus menyebarkan racun anti-komunisme dan menjadikan PKI sebagai momok, rejim militer telah melakukan terror untuk memberantas perlawanan dan membungkam oposisi terhadap berbagai politik dan praktek mereka yang merugikan rakyat dan demokrasi.

PERINGATAN BUNG KARNO KEPADA SUHARTO

Pidato Mayjen Agustadi seperti tersebut di atas menunjukkan juga bahwa TNI-AD yang sekarang masih banyak dipengaruhi garis politik, jiwa atau semangat TNI di bawah pimpinan Suharto, yang melakukan pengkhianatan terhadap presiden Sukarno, panglima tertinggi ABRI pada waktu itu.

Dalam kaitan ini, adalah menarik untuk menyimak kembali amanat presiden Sukarno dalam upacara pelantikan Mayor Jenderal Suharto (pada waktu itu) menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara pada tanggal 16 Oktober 1965 (jadi, 15 hari sesudah peristwa G30S).

Dokumen yang berisi amanat presiden Sukarno ini tidak banyak dipublikasikan dan bahkan sengaja “disembunyikan” oleh rejim militer Orde Baru. Teks lengkapnya, yang cukup panjang, dapat dibaca dalam buku “Revolusi Belum Selesai”, yang berisi kumpulan pidato-pidato presiden Sukarno sesudah peristiwa G30S. Berikut di bawah ini adalah sedikit cuplikan dari amanat yang panjang itu.

“Mayor Jenderal Soeharto,

Saya angkat Saudara menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat. Saudara bersedia mengucapkan sumpah atau janji?

Sumpah. (Jawab Mayjen Soeharto-red)

Menurut ajaran agama?

Islam. (Jawab Mayjen Soeharto-red)

Ikuti perkataan-perkataan saya.

(Sumpah diucapkan-red .)

(Sumpah selesai diucapkan –red.)

Syukur alhamdulillah, sumpah Menteri telah Saudara ucapkan.

(Kemudian presiden Sukarno bicara panjang lebar tentang revolusi Indonesia, tentang G3OS, tentang peran nekolim yang mau mengganggu jalannya revolusi rakyat Indonesia. Teks lengkapnya dapat dibaca pada halaman 21 sampai 26 buku tersebut. Dalam amanatnya itu presiden Sukarno memberi pesan kepada Mayor Jenderal Suharto sebagai berikut: )

“Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto, sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu, buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia, Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi, yang sama sekali berdiri diatas Trisakti, yang sama sekali berdiri diatas Nasakom, yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari, yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK.

“Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesa. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia, maka dia harus dijunjung tinggi, dijalankan, dipupuk oleh semua kita. Oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Kepolisian Negara. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini, kita semuanya, maka barulah revousi kita bisa jaya.

“Soeharto, sebagai panglima Angkatan Darat, dan sebagai Menteri dalam kabinetku, saya perintahkan engkau, kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau!.” (kutipan selesai)

Jadi, peristiwa ini menunjukkan bahwa Mayor Jendral Suharto sudah mengucapkan sumpah di hadapan presiden Sukarno, yang berarti bahwa sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Darat ia seharusnya patuh kepada presiden Sukarno yang juga panglima tertinggi Angkatan Bersenjata, dan bahwa Suharto seharusnya menjalankan Panca Azimat revolusi, dan menjunjung tinggi Manipol-USDEK yang menjadi haluan negara.

Kita semua tahu bahwa justru sumpah inilah yang telah dilanggar secara khianat oleh Suharto, dan kemudian melanjutkan pengkhianatannya dengan menyalahgunakan Supersemar selama 32 tahun dalam melaksanakan politik busuk Orde Baru. Kita sekarang juga mengetahui bahwa perintah presiden Sukarno telah dikentuti saja oleh Suharto. Yaitu perintah presiden Sukarno kepada Suharto yang berbunyi “ buatlah Angkatan Darat ini satu angkatan dari pada Republik Indonesia, Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi, yang sama sekali berdiri diatas Trisakti, yang sama sekali berdiri diatas Nasakom, yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari, yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK”.

Suharto, dengan mendapat dukungan penuh dari Angkatan Darat, Golkar, dan berbagai kalangan reaksioner dalamnegeri (dan kekuatan nekolim luarnegeri !!!), telah membuat Angkatan Bersenjata Republik Indonesia menjadi sasaran kebencian rakyat. Suharto juga membikin Orde Baru mencampakkan Panca Azimat Revolusi, melecehkan Trisakti, membuang Nasakom, mengingkari prinsip Berdikari, dan memusuhi Manipol-USDEK.

BANYAK YANG HARUS DIROBAH DAN DIBETULKAN

Mengingat banyaknya berbagai kejahatan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh golongan militer (terutama Angkatan Darat) di bawah pimpinan Suharto selama Orde Baru, maka sewajarnyalah (bahkan seharusnya !!!) bahwa teks dalam buku-buku sejarah yang dipakai untuk pelajaran di sekolah dasar, lanjutan dan perguruan tinggi yang bersangkutan dengan Suharto, Supersemar, Orde Baru dan juga Angkatan Darat perlu dirobah atau dibetulkan, menurut kebenaran sejarah.

Demikian juga segala teks dalam dokumen-dokumen negara yang masih secara tidak benar tetap memuji-muji Supersemar, dan menyanjung-nyanjung Suharto dan Orde Baru harus dibetulkan menurut kenyataan yang sudah terjadi. Begitu juga halnya dengan segala monumen atau museum atau tugu peringatan yang secara tidak benar menyajikan Suharto sebagai pemimpin Angkatan Darat yang berjasa untuk negara dan bangsa. Sebab, kenyataannya, Suharto dengan Angkatan Darat yang dipimpinnya, telah menimbulkan kerusakan-kerusakan yang parah terhadap negara dan juga menimbulkan berbagai penderitaan bagi rakyat.

Mengingat itu semua, maka perlulah kiranya kita semua sadar dan yakin bahwa, untuk selanjutnya di kemudian hari, Angkatan bersenjata Republik Indonesia harus sepenuhnya menjadi alat negara di bawah supremasi sipil, seperti kebanyakan negara demokratis lainnya di seluruh dunia. Seluruh kekuatan demokratis di Indonesia harus mencegah atau melawan bersama-sama kembalinya Dwifungsi ABRI dalam bentuknya yang bagaimanapun juga.

Kita semua (termasuk golongan-golongan yang demokratis dalam kalangan militer sendiri) harus mencegah terulangnya masa gelap Orde Baru, ketika golongan militer yang jumlahnya tidak melebihi 500.000 orang telah mengangkangi negara – secara otoriter atau despotik – dan ratusan juta rakyat (yang sekarang berjumlah lebih dari 230 juta orang), selama lebih dari 32 tahun! Pengalaman pahit bangsa ini tidak boleh berulang lagi, dalam bentuknya yang bagaimana pun juga!

Paris, 14 Maret 2006

About these ads

44 responses to “SUPERSEMAR DAN PENGKHIANATAN SUHARTO DAN TNI AD

  1. Saya pernah membaca koran terbitan luar negeri, waktu itu saya di PNG, singkat cerita bahwa Suharto disebut dalam suret kabar tersebut dengan panggilan “Former Dictator”.
    Bukan mantan presiden, saya baru sadar selama ini saya memiliki presiden dengan julukan mantak diktotor.

  2. Sungguh tragis, nasib Soeharto dahulu bapak proklamator ditumbangkan oleh mahasiswa dengan tangannya soeharto, hukum karma berlaku soeharto ditumbangkan oleh mahasiswa pula, kebohongan seorang diktator ketahuan juga, pembodohan terhadap rakyat, padahal………………kalau lah soeharto bersifat kerakyatan, didak menumbangkan soekarno pasti jadi seorang jenderal BEEEEEEsar !!!

  3. ” supersemar ” bukan berarti surat perintah sebelas maret tetapi “suruh pergi seperti marcos” Go to Hell Men………………… after 32 years he’s leaded indonesia…….. what can get all of the people………. nothing………….

  4. sejarah telah ada dan terbukti, namanya politik kekuasaan, apapun kapasitasnya tidak perduli saudara,teman, kerabat, itulah bodohnya kita bisa dihasut oleh setan dan perut

  5. Politik itu keeeeeeeeejaaaaaam, hukum tanpa politik adalah kesewenang-wenangan, sedangkan politik tanpa hukum adalah anarkiiiiiiis

  6. woiii orng2 munafik !, sebelum lo busuk2in Soeharto mikir dulu pake otak lo yg kosong itu !, apa yg udah pernah lo lakuin untuk negara LO !!?, Lebih baikkah Lo daripadah Soeharto ?!!

    Orang kaya kalian hanya bisa menyalahkan !, tar kita liat aja di alam selanjutnya orang2 kaya kalian masuk Sorga atau Neraka ?!

    • di Al Qur’an ditulis ” jangan sekali-kali kamu jadikan orang2 kafir sebagai pelindungmu…. kenyataannya jaman suharto ekonomi negeri ini dibangun dengan sistem kapitalis barat yang menghalalkan riba”… sekarang kita kena batunya bayar utang ke luar negeri… otak sampeyan yang kosong pemimpin salah kok dibela….

  7. Suharto memang busukkkk. Sukur dia udah mampus. .. sayangnya dia masih dikubur bagai pahlawan. so not worth it.

  8. Negara ini kacau jangan hanya cuma bisa nyalahkan yang mimpin….rakyat yang di pimpin juga perlu dilihat dong,….kritik gundul mu sek brother’s….jangan2 kowe yo bosooookkk.
    Suharto masuk neraka ato surga itu urusan YANG KUASA….ndak usah repot 2 buat polemik, bukan wilayah kita.
    Lebih baik mikirkan rakyat dan bangsa ini. Indonesia harus bangkit dari keterpurukan.Bangsa ini tidak perlu bercita-cita jadi negara super power ato negara mercu suar”maunya sukarno”(ketinggian dan beresiko pakde), Bangsa ini hanya perlu jadi bangsa mandiri dan punya harga diri…wis cukup. Rak sah kakean cangkeman thok…
    Ayo brother’s bekerja dan berjuanglah demi bangsa dan negeri kita tercinta ini.

    • ya orang-orang kayak sampean ini yang gampang dibodohin sama pemimpin zalim….. kenyataannya orang-orang yang gak terlibat PKI juga ikut dibunuh… ya silahkan sampeyan kerja sampek bongkok bayarin utang yang notabene sampeyan gak ikut nikmati uangnya..

  9. hi kawan, coba tanya korban kebiadaban PKI tahun 1948,1965 saksi2 nya masih banyak …. kamu yang lahir di era 1970an tahu apa tentang sejarah ….janganlah seperti binatang menggibah membuka aib saudara sendiri sama saja kamu makan bangkai…apakah kamu bisa seperti soeharto..??? apakah kelak jika kamu mati ada yang menangis..??? mendoakan untuk kamu..???
    apakah kamu paling benar..?? apakah kamu paling suci..???

  10. Hehe …
    Kenapa bangsa ini harus menghujat? Kenapa pula harus ada yg membela? Waktu tidak akan pernah berputar kembali kebelakang dan kesalahan bangsa ini adalah selalu melihat kebelakang. Sungguh pekerjaan yg sia2. Kenapa kita tidak berbicara untuk masa yang akan datang? Mau dibawa kemanakah bangsa ini? Mampukah kalian orang2 “pintar” menjadikan Indonesia ini lebih baik dari sekarang? Kita sudah punya modal yg lebih dari cukup dari pengalaman masa lalu.

  11. yg nulis artikel di atas lahir nya tahun brpa ya?
    smua nya pada salah menyalah kan…presiden di negri ini!!!
    Sejarah tentang taon 65 biarlah tersimpan dgn baik di musium…jgn lah ada yg salah menyalah kan
    partai komunis emg gk ada bagus nya di dunia ini..
    Omong” yg nulis artikel hidup di era soeharto kan?…pasti nyaman donk di era pak lek
    cba liat skrg…rakyat bnyk yg sengsara..pikir ke depan om
    klo aq pribadi sih…gk mau percaya sama artikel” skrg, bnyk boong nya..takut nya yg nulis artikel generasi PKI baru,,^^

  12. sangat menarik untuk disimak. kita semua jadi berandai2,… andai ini dan andai itu.. tapi nasi sudah jadi bubur. Semua-nya tergantung dari segi mana kita memandang, tidak ada yang benar maupun salah dalam hal ini. mari kita sukseskan pemilu 2009, pilihlah yang sesuai dengan hati nurani, yang benar2 pantas untuk memimpin negara kita tercinta ini. yang bisa menjadikan Indonesia sebagai Mercusuar Dunia.
    ” Bangkit Indonesia ku !!! “

  13. sekarang ini lagi gencar2nya generasi PKI yang baru dalam membuat opini di internet dengan dalih bermacam2 intinya menghujat rezim suharto,krn mereka dulunya korban suharto. knp mereka korban? karena yg memulai pembantaian dan pengkhianatan terhadap bangsa dulu awalnya ya PKI kemudian dibalas oleh pakharto kerja sama dengan CIA.

  14. kalian tahu? indonesia masih belum siap di bawah supremasi sipil. sekarang lihat sudah terlalu banyak KKN yang di tunjukkan oleh kaum sipil, padahal militer sudah menutup diri dari panggung politik, tapi masih saja di hujat habis2an dan itu rata2 dari orang2 bentukan atau regenrasi dari kaum PKI tua untuk memperlemah militer kemudian mereka mengambil kekuasaan lewat percaturan politik. dan sekarang hawa kebangkitan PKI sudah mulai terasa dimana2 dan hampir muncul kepermukaan…

    • sampeyan baca lagi sejarah TNI kita jaman 60 an terkuat dikawasan asia berkat dukungan UNI SOVYET….. yang waktu itu banyak dikomunikasikan melalui PKI… justru yang bikin lemah itu gara-gara kita pro demokrasi liberal kapitalis… akibatnya sekarang kebanyakan senjata TNI kita yang beli dari Amerika di embargo cuman gara-gara kita dituduh melanggar HAM. di TIM-TIM

  15. saya hanya mengingatkan WASPADALAH kawan…karena ideologi komunis tidak akan pernah mati sampai kapanpun…

  16. memang benar soeharto itu penjahat!
    rakyat Indonesia telah dibutakan selama berpuluh-puluh tahun
    jangan sampai wacana untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional benar-benar direalisasikan….
    APA KATA DUNIA??
    INGAT para calon presiden kita pada Pemilu 2009 sebagian besar pernah mengenyam pendidikan militer yang notabene masih tersisa doktrin-doktrin zaman orde baru

    Cayo rakyat Indonesia

    • saya juga agak gak setuju dengan wacana sugarti diangkat menjadi pahlawan. banyak orang-orang yang dibunuh cuman gara – gara dituduh PKI trus sampek anak cucunya juga ikutan dikucilkan dari masyarakat… kasus DOM di aceh yang juga sampe membantai orang-orang islam…. dan bikin dilema yang berkepanjangan.. kasus penembakan orang-orang yang salat subuh di tanjung priok… peristiwa 98… juga menambah daftar panjang kekejaman suharto waktu masih mimpin negeri ini….

    • kata siapa soeharto itu penjahat????justru yang penjahat itu adalah pemimpin yang rela melepaskan sejengkal tanahnya.kalau soeharto haram hukumnya melepaskan pulau sipadan dan legitan untuk orang lain,melepaskan timor timur untuk kepentingan negara lain.asal tau aja bro,ditimur leste skarang ada wacana dari amerika utk membangun pangkalan militernya disana.

  17. saudara sebangsa dan setanah air…!!! sy kasih tahu ya… Jika kalian ingin meruntuhkan Indonesia, itu sangat mudah… runtuhkan dulu tentaranya, khususnya angkatan darat. Indonesia pasti akan runtuh. Bener Gak…? kalian sama dengan sy, gak ngerti apa-2 tentang kejadian yg udah lewat. karena emang kita hidup bukan dijaman itu. Kita hanya tahu dari cerita yg gak jelas kebenarannya. So jng ampe kita mau dipecah belah, diadu domba. kita musti bersatu mempertahankan keutuhan NKRI. Bantai habis Komunis….!!! HAM gak terima Bantai sekalian…

    • sampeyan mau bantai pake apa ? dan pake dasar apa mau ngebantai ?… emang industri militer dan sipil kita udah kuat buat ngelawan negara sekelas rusia dan amerika ? wong sepeda motor sampean aja masih beli dari jepang sama eropa

    • siapa yang mau meruntuhkan TNI-AD berarti itu adalah pengkhianat,maka orang seperti itulah yang harus dilenyapkan dari muka bumi ini.

  18. Ajaran komunis merupakan ajaran yang baru di abad ke 20 dan menjanjikan kesejahteraan, keadilan, kesamaan yang menyeluruh dimana itu semua hanyalah bisa tercapai dalam dunia impian dan sampai kapanpun akan sulit sekali bisa terwujud. Nenek moyang ajaran komunis ( Uni Soviet ) beserta negara2 eropa timur lainnya pun hancur karena ajaranya. Mereka bisa bernafas dengan malu2 kucing mengintip/ meniru teori ekonomi barat. Demikian pula Macan Komunis Asia ( China ), dalam rangka untuk menyelamatkan Keberadaan Komunis di muka bumi China dengan tidak merasa malu akhirnya mengadopsi teori2 ekonomi eropa barat, misalnya pemusatan modal dan pasar bebas. Dengan teori itulah sekarang justru China malah menguasai pasar bebas Asia, sehingga pengusaha2 kecil lokal banyak yang gulung tikar. Bukankah ini bertolak belakang dengan ajaran Komunis-Sosialis itu sendiri ?
    Sebagai ajaran baru yang menjanjikan umat manusia di bumi sewajarnyalah para pengikutnya dengan giat dan semangatnya untuk memasarkannya termasuk ke wilayah Indonesia. Untuk mencapai cita2 komunis ( Makmur,dll) tentunya harus memegang kendali kekuasaan yang diantaranya dengan jalan merebut kekuasaan atau dengan segala cara. Karakteristik umum komunis adalah vokal, ekstrim, radikal, revolusioner, pantang menyerah, licik, lihai bersiasat/ berpolitik, dll. Kegagalan merebut kekuasaan pada tahun 1926, 1948 tidak membuat komunis putus asa atau kehilangan akal. Pengalaman yang mereka alami telah merobah strateginya dengan jalur Demokrasi ( Ikut Pemilu ) hal iin karena iklim yang sangat memungkinkan untuk itu ditambah dengan politik merangkul Bung Karno. Dengan kampanye atas nama kepentingan rakyat kecil, buruh, tani, dll mereka mendapatkan angin segar kembali. PKI menjadi partai besar, sehingga wajarlah mereka begitu Percaya Diri sehingga bisa masuk ke tingkat pemerintahan elite. Kita tahu bahwa didalam ajaran berorganisasi Komunis ada istilah siasat bunglon atau inflitrsi dengan menempatkan orang2nya di segala lini lembaga2 pemerintahan. Mereka sadar cita2 nya pasti sudah diketahui dan diresapi oleh jajaran TNI yang berseberangan politiknya. Tinggal tunggu hitungan satuan waktu saja mereka akan memegang / merebut kendali kekuasaan. Mereka jelas sudah memiliki rencana yang matang ! Mereka percaya saat inilah pasti bisa merebut kekuasaan, tidak seperti pada tahun 1926 dan 1948.
    Namun Tuhan Maha Besar, Maha Mengetahui dan Maha Perencana. Orang yang diluar perhitungan mereka, adalan orang yang justru menggagalkannya. Dialah Bung Harto alias Soeharto, sang penyelamat bangsa. Mungkin Tuhan sudah menyembunyikan dan mempersiapkan Kartu Truf nya pada diri Soeharto bilamana situasi membahayakan bangsa ini. Kecuali dimata orang2 yang pro paham komunis, dimata orang kecil yang waras Soeharto adalah Pahlawan. Terlebih kita tahu, bahwa Soeharto adalah orang desa yang juga banyak makan asam garam di negeri sendiri. Bagaimana pengalaman suka dukanya bergerilya, berperang mengusir Penjajah dari negeri ibu pertiwi. Nilai2 filosofinya sebagai orang Jawa tulen juga dipengaruhi oleh Sang Idolanya yang tidak lain Pangsar Soedirman.
    Sebagai Tentara yang sarat pengalaman pribadi dan pengalaman bangsanya, sangat wajar bilamana Soeharto mengetahui sepak terjang pengkhianat Pancasila. Kalo dikatakan terlibat jelas terlibat. Semua komponen bangsa yang hidup dimuka bumi Republik ini juga terlibat. Kita memang tidak bisa serta merta mengatakan bahwa tanpa Soeharto Indonesia pasti akan komunis, tetapi kita juga berhak untuk mengatakan bahwa tanpa Soeharto Indonesia belum tentu akan bebas dari ancaman komunis. Dan kita juga berhak mengatakan bagaimana sikap yang anti soeharto berposisi pada tempat yang ditempati Soeharto pada saat itu?

    • saya tahu dan setuju dengan pandangan sampeyan… suatu negara bisa maju dan besar karena tetap menjunjung nilai-nilai budaya bangsanya sendiri dan itu yang hilang dari indonesia sehingga dengan mudahnya dipengaruhi paham-paham asing

  19. sudah kehendak langit…….. nasib orang tidak ada yang tau…..
    lihatlah untuk masa depan, kalau merasa pintar, jangan besar mulut, buktikan untuk bangsa ini.

  20. saya tidak pro PKI, ato mau membela suharto… kenyataannya kita semua sudah bersalah membantai saudara-saudara sebangsa dan seperjuangan sendiri…. mengungkap sejarah bukan berarti menghujat tapi untuk kita berfikir menuju kebaikan bersama kembali pada nilai-nilai PANCASILA yang sebenarnya seperti yang dirumuskan bapak2 bangsa dahulu NASAKOM A dan BERDIKARI… lihat kenyataannya sekarang anak muda sudah mulai lupa ajaran agama.. pengen bebas dari PKI tapi malah ikut2 an gaya liberalisme barat lupa budaya dan mengagungkan materialisme…. sama seperti bekerja keras cuman untuk tujuan dunia aja…. lalu bilang kalau dirinya lebih baik dari orang lain….

  21. Oalah broer…broer….sampeyan niku urip dizaman apa…..kok bisa ngomentari zaman bahulak? Mikirin yang sekarang ini negara kita mau diapakan dan dikemanakan. Itu saja! tunjukkan perbuatan nyata sampeyan untuk membangun bangsa dan negara ini, kalo cuma nyalahkan orang……oakeh tunggale. Anak kecilpun bisa kalo cuma nyalahin orang lain. Ideologi apapun bisa untuk membangun negeri ini yang penting tetap selalu ingat tuhan. Bagaimana….setuju broer?

  22. kalian dan yang posting tntang soeharto diatas ini,,,semua salah,,,,ana itu mungkin korban dari soeharto,,,jd menjelekan soeharto…..sebenarny kesalahan itu bermula dari soekarno sendiri,kenapa PKI sudah merajalela,tidak segera dibrantas??karna dia tidak mau menelan ludahnya sendiri,dalam ilmu pendapat soekarno menyatakan bahwa komunis dan orang beragama dapat bersama….tp nyatanya PKI ingin melakukan KUDETA,dengan membuat keonaran,pembunuhan dll,dimana2…lagi pula PKI itu tidak sesuai dengan “Pancasila”pedoman prinsip negara kita,,jd menurutsaya sudah benar apa yang dilakukan soeharto dengan PKI,,memang ada sudut jeleknya saat dy jadi presiden,,,kalau bilang soeharto itu penjahat,saya kurang setuju,,tergantung kita melihat,,kita lihat dy sebagai presiden atau TNI dulu,,,,kalau sebagai TNI dy adalah pahlawan,,,karna kalau saja tidak ada serangan 1 maret di jogja yang dipimpin soeharto,,mungkin indonesia sudah tidak ada….coba kalian baca tentang serangan 1 maret

  23. inilah indonesia bangsa yg penuh kemunafikan sy adalah orang yang lahir tahun 70 han sy blm pernah merasakan pemerintahan sukarno yg kata org sakti yg sy pa harto ksh mkn rakyat indonesia dgn enak sgl murah karena pa harto tdk mau rakyatnya melarat sadar tidak nte juga pd ikut mkn dasar bangsa munafik,yg jd heran org barat udah berlomba2 menggapai luar angkasa kita bangsa ini msh berkutat dengan kesaktian sukarno gue yakin sukarno tdk mau di cultuskan tp kenapa org2 bodoh yg selalu mengatakan negara ini jasanya sukarno seperetinya tidak ada jasa2 para pahlawan yg lainnya,kapan kita akan maju kalau selalu menengok kebelakang mending kita pikirkan bagaimana korupsi di indonesia ini yang sejak REPORMASI tambah parah,PREMANISME yg di pelihara oleh aparat keamanan dan jd kaki tangan pejabat di hancurkan SAATNYA PROGRAM PETRUS (penembak misterius ) di bangkitkan lagi PERSETAN DENGAN HAM

  24. apa ngak sebaiknya kita melakukan perenungan.dan berusaha memperbaiki diri dan terus berusaha untuk memperbaiki ekonomi keluarga.yg lalu biarkanla berlalu dan yakinkan pada diri sendiri bawah hari esok akan lebih baik dari hari ini.dan masa depan anak cucu kita bisa lebih baik..ojo podo berdebat dengan masalah yg para pelakunya sudah di alam lain.orah ono gunane..

  25. beras sudah jd bubur ya tgl mknmmmmmjmmm

  26. jangan kita selalu mencari2 kesalahan orang.tapi lihat apa yang telah dilakukannya untuk negara ini.REFORMASI yang 1998 selalu didengung2kan hasilnya juga jauh lebih buruk dari jaman orde baru yang dipimpin oleh soeharto.KORUPSI merajalela tidak hanya ditingkat atas,bahkan sampai tingkat RT.mau menjadi seorang PNS aja sampai harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah.apakah itu yang kita harapkan???seharusnya negara ini memiliki pemimpin yang lebih baik dari soeharto,tapi nyatanya saat ini NOL.makan sdh susah,biaya pendidikan dan kesehatan sudah serba mahal,bahkan BBM yang dihasilkan dari perut bumi kita sendiri saja mahal.katanya CINTA TANAH AIR tp tanah nggak punya air pun beli.

  27. Yang sy tahu soekarno sengaja di cekok supaya seolah-olah pro PKI, satu pihak soeharto ingin jadi penguasa dan balas dendam sama jenderal2 di atasnya. Dibuatlah skenario, soeharto memfitnah melalui PKI bahwa jenderal2 yg diincarnya mau berkhianat pada pak karno, kemudian menyuruh PKI untuk membunuh jenderal2 tersebut. Setelah jenderal2 tersebut dibunuh dan tidak ada alang rintang lagi, soeharto kemudian menguasai angkatan darat dan segera menghancurkan PKI untuk menghilangkan jejak. Faktanya setelah soeharto berkuasan soekarno dikucilkan, Nasution dikucilkan (karena tidak sempat terbunuh), jenderal2 bersih disingkirkan seperti ali sadikin, bahkan nasution pernah berkata bahwa suharto tentar yan salah jalan.

  28. Menurut saya Pak Harto adalah tetap sebagai Pahlawan dan Bapak Pembangunan di Indonesia, bukan sebagai pengkhianat bangsa…..

  29. JIKA ANDA SEMUA MAU BERFIKIR SEJENAK… LIHAT ORANG PERTAMA YANG MEMPUNYAI CITA-CITA MEMIMPIN RAKYAT MEMPERSATUKAN BANGSA INDONESIA ADALAH SEORANG YANG MEMANG PANTAS DIKATAKAN SEBAGAI PADUKA YANG MULIA PEMIMPIN BESAR REVOLUSI, YAITU IR. SUKARNO…
    Baik rezim PKI maupun Suharto di kala itu yang telah membantai berapa banyak rakyat Indonesia adalah hanya sebagian kecil orang biasa yang ingin menambahkan sedikit bumbu kehidupan mereka agar diingat oleh bangsa melalui peristiwa bersejarah Indonesia. Tidak hanya mereka2 saja namun masih banyak lagi seperti pemberontakan Permesta, DI/TII, RMS, dsb yang telah ikut andil bagian dalam memecah persatuan Indonesia.Saudara2 q semua, tidak saatnya kita berdebat membela siapa itu yang benar atau salah. Cukup jalankan saja amanat kita sebagai rakyat Indonesia yang rukun, bersatu, hidup dengan usaha sendiri, damai, sejahtera, dan makmur sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perjuangan Sukarno dan Rakyat Indonesia dulu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Utuh.

  30. Ping-balik: SOEHARTO : Musuh Nyata Dalam Perjuangan Melawan Nekolim-liberal Awal kehancuran Indonesia | Selamat Datang Di Web Sosialis Komunis ID

  31. Jangan lupa soekarno adalah bapak bangsa…..,KUP itu memang pasti di lakukan militer..,kalau mau KUDETA sudah jelas para jenderal yang di anggap dapat menghalangi proses KUDETA di bantai karena kalau tidak langkah soeharto akan terganjal,PKI boleh jadi partai komunis dan di jadikan kambing hitam dari Proses KUDETA.,itulah sejarah pahit RI.,tapi yang sudah biarlah mending kita urus keluarga kita secara agama kita masing2. daripada menyalahkan PKI,SOEHARTO,ORDE LAMA,ORDE BARU DAN REFORMASI. keluarga kita adalah yang terpenting.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s