“ICMI SESALKAN RESOLUSI DK-PBB”: PERNYATAAN SIKAP POLITIK LUAR NEGERI ICMI

Setelah mencermati dan melakukan pengkajian mendalam terhadap keputusan Dewan Keamanan PBB (DK-PBB) untuk menbuat Resolusi 1747 tanggal 24 Maret 2004 yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran, maka Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI)menyatakan:

1.     ICMI sangat menyesalkan Resolusi DK-PBB No 1747 tersebut.  ICMI menilai bahwa Resolusi tersebut tidak punya dasar kuat lantaran Iran terbukti mengembangkan nuklir hanya untuk kepentingan damai, dan bukan untuk membangun persenjataan, seperti yang telah sering dikemukakan selama ini. Dengan demikian resolusi tersebut adalah mengada-ada dan dapat ditengarai memiliki tendensi tertentu yang bias dengan kepentingan politik pihak-pihak yang ingin menyudutkan Iran dari percaturan masyarakat dunia.
  
2.     ICMI menilai bahwa Resolusi tersebut justru dapat menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Resolusi itu tidak mengatasi masalah ketidakadilan dan standar ganda yang menjadi persoalan utama bagi keamanan global dewasa ini, melainkan malah mempertegas ketidakadilan yang ada. Lebih jauh lagi, ICMI menilai bahwa resolusi tersebut justru dapat menimbulkan persoalan baru yang lebih berbahaya lantaran dapat dimanfaatkan sebagai landasan legitimasi secara bertahap oleh kekuasaan yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan invasi terhadap Iran, sebagaimana preseden invasi semena-mena terhadap Afganistan dan Irak selama ini. Oleh karena itu, dunia harus bekerja sama untuk mencegah kemungkinan tersebut terjadi.
3.     Dengan alasan tersebut, ICMI menyesalkan sikap pemerintah Republik Indonesia yang mendukung resolusi tersebut tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat, maupun negara-negara Islam anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang telah mendukung Indonesia untuk menjadi anggota DK-PBB. Sikap tersebut telah melukai perasaan masyarakat serta bangsa dan negara sahabat, dan terkesan terpengaruh oleh kepentingan negara-negara yang ingin mengendalikan dunia melalui lembaga-lembaga internasional. Hal demikian mengingkari misi Indonesia untuk senantiasa membawa aspirasi masyarakat dan negara-negara Islam dalam keikutsertaaanya sebagai anggota DK-PBB, sekaligus bertolak belakang dengan amanat konstitusi  yang tersebut dalam UUD 1945,  yang mengharuskan politik luar negeri bebas aktif serta didedikasikan untuk kepentingan nasional.

4.     ICMI meminta pemerintah untuk mengambil sikap yang lebih mandiri  dari kepentingan asing, baik yang mengganggu harkat dan kedaulatan negara Republik Indonesia maupun yang justru mengganggu stabilitas`keamanan dunia.  Pemerintah harus mengajukan keberatan pada pencekalan suatu negara terhadap Sdr. Tamsil Linrung sebagai wakil rakyat yang terpilih secara sah  melalui pemilihan umum yang demokratis. Pemerintah Republik Indonesia juga harus terus menyatakan dukungan yang tegas terhadap pemerintahan sah Palestina yang baru terbentuk, hingga negara Palestina yang berdaulat, dan dapat menentukan nasibnya sendiri secara bebas di masa depan, dapat benar-benar tegak. Penyelesaian masalah Palestina merupakan salah satu akar bagi terwujudnya ketenteraman dunia secara menyeluruh.

5.     Untuk dapat mewujudkan perdamaian dunia sebenar-benarnya, ICMI menghimbau agar semua kekuatan militer asing segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. ICMI juga mengajak semua pihak untuk terus berjuang membebaskan dunia dari seluruh persenjataan nuklir yang dikuasai pihak manapun, serta mendukung pengembangan nuklir untuk tujuan damai yang dilakukan negara mana pun tanpa kecuali.

sumber : http://www.icmi.or.id/ind/content/view/610/60/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s