Aswin Sani (PMB ’62) – Musik, Terjun Payung dan Adventure Off-road

oto-aswin.gifLELAKI berambut panjang ini seolah identik dengan segala sesuatu yang berbau olahraga petualangan. Maklum sejak pertengahan tahun 70-an, Aswin Sani sudah bergelut dan menjadi salah seorang perintis klub terjun payung AVES.

Bersama almarhum Trisnoyuwono yang juga wartawan ”PR”, Jhoni Nasution, Robby Mandagi, Achmed Solihin, Eddi Suparno, Arifin Panigoro dan kawan yang lainnya, bahu-membahu mengembangkan klub olahraga terjun payung tertua yang ada ditanah air tersebut.

Kemana saja pria petualang yang banyak mencetak prestasi ini ? Kini banyak orang mengenal sosok lelaki beranak tiga ini sebagai salah seorang pendiri dan pembina komunitas pencinta adventure off-road, Paguyuban Jeep Bandung (PJB) yang fenomenal dengan lebih dari 250 orang anggota serta banyak berkiprah dalam penyelenggaraan even-even off-road berskala besar.

Namun, tak sedikit pula yang mafhum kalau Aswin Sani juga memiliki kiprah dan talenta yang cukup besar dalam hal bermusik. Tercatat sebelum malang melintang di terjun payung, lelaki yang juga memiliki hobi bermain golf ini aktif bermain musik, bahkan sempat bergabung dengan alm. Broery Marantika dan Dimas Wahab dalam grup The Frost. Di Bandung, Aswin juga pernah mengibarkan nama band Cresscendo, Grup Musik Mara 27. Bersama Harry Roesli bermain musik dibawah nama Batukarang. Bahkan pernah pula kerja bareng dengan Iwan Abdurachman berkiprah dalam hal bermusik dengan nama Band Gembel.

” Gaya hidup dan penampilan berubah sekali, termasuk dalam hal keseharian dan berpakaian khususnya ketika beralih dari dunia musik ke urusan terjun payung, ” kenang Aswin, ketika ditemui Otokir di Warung Laos, di sudut Jln. Eyckman.

Namun, praktis setelah sepuluh tahun tak lagi bersentuhan dengan terjun payung, dalam usianya yang memasuki 60 tahun, Aswin Sani kini malah aktif memajukan dunia adventure off-road, bahkan lima tahun jadi ketua umum PJB sebelum tahun lalu digantikan oleh Muljowidodo yang juga koleganya semasa di AVES dulu.

” Mengasyikkan juga berkecimpung didunia adventure off-road, selain bisa terhindar dari stres juga bisa menggalang kebersamaan dengan orang yang status sosialnya beragam, ” ungkap Aswin, yang belakangan juga aktif bersepeda menyusuri jalan-jalan di Bandung, Dago Pakar hingga Lembang secara rutin setiap pekannya.

Awal mula pembentukan paguyuban tersebut, adalah ketika Aswin cs melakukan perjalananya di kawasan pantai Jabar Selatan yang kerap bersua dengan sekelompok orang dengan hobi yang sama di pantai Rancabuaya. Kebanyakan mereka berasal dari Bandung. Akhirnya sekitar 30 orang sepakat untuk membentuk sebuah wadah di tahun 1998.

Paguyuban yang dibentuk sama sekali tidak dibatasi oleh merek sebuah kendaraan serta jauh dari kesan eksklusif, bahkan tidak juga menginduk atau berafiliasi pada organisasi seperti IMI atau IOF (Indonesia Off-road Federation). Tak heran jumlah anggotanya terus bertambah, juga karena PJB sebuah komunitas otomotif yang benar-benar independen. (dih)***

Otokir

Iklan

One response to “Aswin Sani (PMB ’62) – Musik, Terjun Payung dan Adventure Off-road

  1. PMB gudang nya manusia kreatiV, seteleh meretas dari PMB manusia bisa mendapatkan sayapnya untuk terbang setinggi mungkin untuk menemukan jati diri
    bahkan bernyanyi bak burung bidadari yang tak peduli pada mati
    karena semua itu bukti NYALI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s