Kemajuan Asia Dalam Mencapai Millennium Development Goals

 July 28, 2006

Saudara, Millennium Development Goals atau MDG adalah delapan sasaran yang secara bersama telah disepakati oleh negara-negara di dunia untuk dicapai pada tahun target 2015. Walaupun ini adalah program dari PBB, tapi adalah kewajiban bagi tiap negara di dunia, untuk menerapkan kebijakan di negaranya masing-masing untuk mencapai delapan sasaran tersebut. Delapan point yang terangkum dalam MDG adalah:

1. Menghapus kelaparan dan kemelaratan
2. Hak memperoleh pendidikan dasar bagi seluruh umat manusia di dunia
3. Mendorong persamaan gender dan pemberdayaan perempuan
4. Mengurangi angka kematian anak2
5. Meningkatkan kesehatan semasa kehamilan
6. Memberantas HIV,AIDS, malaria dan juga penyakit menular lainnya
7. Menjaga keseimbangan lingkungan hidup
8. Dan menjalin kemitraan global untuk pembangunan

Nah, apa hambatan yang dihadapi oleh negara-negara di Asia dalam mencapainya? Erna Witoelar, Duta Besar luar biasa PBB untuk kampanye MDG di Asia Pasifik menjelaskan. Saya rasa untuk membuat pemerintah2 di negara2 Asia, committed dengan janjinya tetap berupaya untuk memenuhi janjinya untuk mencapai MDG dan memfokuskan kebijakan maupun dana untuk itu. Karena sebetulnya yang dibutuhkan untuk mencapai MDG tidak banyak dari segi dana, tapi memerlukan komitmen penuh pemerintah. Karena itulah, menurut Erna Witoelar, peran anggota masyarakat, media massa, Lembaga Swadaya Masyarakat dan lain sebagainya, sangatlah perlu untuk senantiasa mengingatkan pemerintahnya agar tetap komit terhadap pencapaian MDG nya. Berbagai masalah yang saat ini banyak dihadapi oleh negara-negara di Asia seperti bencana alam maupun konflik, justru membuat upaya pencapaian MDG ini menjadi relevan. Justru di dalam bencana alam atau konflik, masyarakatnya semakin terbenam dan makin susah untuk mencapai MDG. Masyarakat yang kena bencana menjadi miskin tiba-tiba, mungkin tadinya dia tidak miskin, mungkin dia tidak bisa menyekolahkan anaknya, jadi MDG menjadi lebih relevan disana. Karena solidaritas masyarakat yang tidak kena bencana, mereka yang lebih mampu terhadap yang kurang mampu itu juga perlu didorong, karena gak bisa pemerintah melakukan ini semua. +++ Saudara, seperti juga negara-negara di benua lainnya, Asia adalah benua dengan kondisi negara yang majemuk. Sebutlah Asia Tenggara, yang didominasi oleh negara berkembang. Tapi ada pula negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan di Asia Timur. Perbedaan ini membawa pula perbedaan dari kondisi masyarakatnya. Seberapa besarkah hal ini berpengaruh dalam pencapaian MDG di kawasan ini? Erna Witoelar, duta besar luar biasa PBB untuk kampanye MDG di Asia Pasifik mengatakan, itulah pentingnya goal ke-8, dimana negara-negara maju seperti Singapura, Korea dan Jepang memiliki tanggungjawab untuk membangun kemitraan dan mendukung negara-negara berkembang untuk mencapai sasaran MDG nya. Sama ketika negara berkembang menandatangani MDG bahwa mau mengurangi kemiskinan dunia pada tahun 2015 maka selain masing2 negara mengurangi di negaranya, negara2 maju harus membantu negara2 berkembang apakah itu dengan bantuan dana langsung atau perdagangan yang lebih baik, pengurangan hutang, membuka lapangan kerja, berbagi teknologi dan sebagainya. Jadi gak ada satu pun negara yang bisa lolos dari tanggungjawab. Sejauh manakah saudara, perkembangan yang telah dicapai oleh negara-negara di Asia dalam memenuhi 8 sasaran MDG? Erna Witoelar, duta besar luar biasa PBB untuk kampanye MDG di Asia Pasifik menjelaskan. Ada kemajuan di beberapa negara, misalnya Vietnam yang sudah memasukkan MDG ke dalam kebijakan nya dan sudah sampai laporan ketiga dimana membahas kemajuan mereka, berhasil membuat juga kebijakan2 yang lebih bersifat pro poor, memihak kepada orang miskin, dan kemudian memfokuskan kesana. Ada yang lebih sukses di Thailand di dalam MDG menyangkut HIV,AIDS, di Filipina mengenai quality, itu juga cukup maju, Indonesia di banyak tempat mengenai pendidikan, kesehatan anak dibawah 5 tahun dan penanggulangan kemiskinan sudah bisa diatasi. Tapi permasalahannya, menurut Erna Witoelar, banyak masyarakat yang tidak terjangkau oleh kemajuan ini, seperti masyarakat yang tinggal di daerah2 terpencil di Indonesia, misalnya, atau masyarakat di daerah konflik atau daerah yang baru saja tertimpa bencana. Mereka inilah yang harus menjadi perhatian baik lewat program pemerintah maupun solidaritas sesama masyarakat. Jika memang demikian, apakah delapan sasaran ini bisa mencapai tujuannya pada 2015? Kembali Erna Witoelar. Bagi saya, masalahnya bukan sampai atau tidaknya 2015, karena sudah ada yang mencapainya di 2010, ada yang 2020. Tapi bahwa proses untuk lebih proper, untuk memfokuskan dalam menghilangkan dan mengurangi kemiskinan, untuk lebih pro environment di dalam memperbaiki lingkungan, untuk lebih pro gender dsb, sudah masuk dalam kebijakan2 pemerintah maupun kesadaran masyarakatnya. Nah kalau it uterus dipelihara, mungkin tercapainya 2016 atau 2017, gak apa2. Negara tidak sama di dalam pencapaiannya, itu juga tidak apa-apa. Dan salah satu ujung tombak penting dalam pencapaian MDG adalah pelibatan generasi muda. Erna Witoelar. Mereka mengakses Teknologi Informasi, mereka bisa berkomunikasi langsung dengan siapa pun di dunia, sehingga akses pengetahuannya juga lebih. Karena itulah, melalui orang2 muda, meskipun background nya berbeda, tapi sesudah kembali ke negara nya masing2 mereka bisa berbuat sesuatu dengan saling berinteraksi dengan teman2nya di luar. Karena gak ada satu pun masalah di dunia yang orisinil. Semua problem yang dihadapi oleh satu negara itu pernah dialami oleh negara dari bagian negara yang lain dan sudah ada solusinya. Saudara, Erna Witoelar berada di Singapura untuk menjadi pembicara dalam forum “One Degree Asia”, suatu forum yang mengumpulkan anak-anak muda dari berbagai belahan dunia, untuk membincangkan masalah-masalah yang hingga saat ini masih ada di lingkungannya, baik tingkat nasional maupun internasional. Satu hal yang positif, mengingat generasi muda adalah calon-calon pemimpin di masa depan. Sekian Fokus Asia, sampai jumpa.

RSI Radio Singapore International

 (efika@mediacorpradio.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s