ERNA ANASTASIA WITOELAR PMB 1965


Gesit dan lincah, wanita berperawakan tinggi 152 cm dan berat 48 kg ini terampil memimpin diskusi atau seminar. Menurut beberapa temannya, dalam urusan melestarikan lingkungan hidup, ia termasuk wanita langka. Rambutnya dipotong pendek, tanpa giwang, juga tidak memakai cat bibir. Ia memang bukan wanita pesolek.

Lahir di Sengkang, kota kecil dekat Danau Tempe, Sulawesi Selatan, ia anak kedelapan dari sembilan bersaudara. A. Erna Anastasia — akrab dipanggil Erna — putri Andi Walinono, seorang pensiunan hakim pengadilan tinggi. Ibunya, Rahmatiah Sondakh, mendidik Erna dengan ketat dan keras. ”Ibu saya sangat otoriter,” ungkapnya.

Sejak SD, Erna termasuk anak yang cerdas. Senang menari dan berorganisasi, ia sering ditunjuk sebagai pemimpin di sekolahnya. Tatkala di SMA memiliki grup band wanita, Makrejareja, artinya: bergembira ria, Erna di situ menjadi pemain drum.Ketika kuliah di ITB Jurusan Kimia Teknik, ia tetap giat berorganisasi. Pernah menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB), 1970. Di sini Erna berkenalan dengan Rahmat Witular Kartaadipoetra, bekas Ketua PMB 1967 yang sebelumnya menjadi Ketua Dewan Mahasiswa ITB. Perkenalan ini bermuara di pelaminan, 1972, meski Erna belum rampung kuliahnya. Rahmat yang lulus ITB Jurusan Arsitektur, 1970, menjadi anggota DPR RI sejak 1971.

Berumah tangga bagi Erna tidak mesti mengorbankan pendidikannya. Sementara hamil, bahkan setelah punya si kecil, kuliahnya jalan terus, hingga ia pun lulus pada 1974. Setahun kemudian Erna terlibat dalam kegiatan Yayasan Lembaga Konsumen (YLK). Mempelajari organisasi konsumen di Austria, Negeri Belanda, Belgia, dan Inggris, Erna sempat menjadi konsultan Unido (PBB) di Ankara, Turki. Jabatannya yang terakhir di YLK, sebagai sekretaris umum.

Kegiatan Erna memuncak setelah menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), 1981. Banyak tampil di berbagai forum nasional maupun internasional yang membicarakan masalah lingkungan hidup, ibu tiga anak ini menggemari olah raga menyelam. Hobinya cukup unik, sebagai kolektor puluhan asbak dan kotak korek api.

http://www.pdat.co.id/ads/html/E/ads,20030618-02,E.html

Iklan

One response to “ERNA ANASTASIA WITOELAR PMB 1965

  1. kita butuh orang lebih banyak kayak dia pastinya!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s