PMB REBORN – Meeting

Dibawah ini catatan pertemuan yang menjadi acuan diskusi 1
Nopember,2008.
Pertemuan 6 september dihadiri oleh wakil wakil angkatan 1960 – 2007 total
30 orang.

Sabtu, 6 September 2008
Rm. Tn.Sn. Dedi Paniogoro.
PORMAT PMB MASA DEPAN
Sn. Dedi paniogoro
Angkatan tua memutuskan PMB untuk “Reborn”.

Sn. Firil
1. Kondisi real PMB sekarang

kegiatan/kehidupan organisasi yang tersendat-sendat di mulai dari
tahun 2000.

Ada yang salah dengan kehidupan organisasi di PMB.
Regenerasi harus tetap di jalankan.
Tahun 2001 anggota baru hanya 2 orang menyebabkn pesimis panitia
PPAB selanjutnya.
Tahun 2002-2004 MPAB tidak diadakan.

Sn. Haris harlianto.
PMB memang harus REBORN.
Ada nilai lebih dari PMB dalam proses sejarah kemerdekaan RI. Selama RI
berdiri maka selayaknya PMB jua harus tetap berdiri
Sn. Pryantono Umar.
Harus dipikirkan format PMB yang tidak ketinggalan jaman, yang sesuai dengan
situasi kampus saat ini. Forum-forum yang dapat menampung

Sn. Martin Luther.
1. Potensi SDM anggota PMB yag belum sepenuhnya terekspose.
2. Komunikasi PMB dengan kampus yang masih kurang
3. Diadakan sebuah diskusi lebih lanjut dan lebih besar.
Sn. DIKdik
Kenapa kita harus menghidupkan kembali PMB???
Mau seperti apa PMB ini???

Sn. Iwan Suparid’64
Melihat masalalu meniti kekinian menata masa depan. Konsep harus datang dari
yang muda.
1. VISI
2. MISI
3. PROGRAM2
Semangant tanpa ada tujuan kedepan hanya Omong kosong.

Sn. Indra
Nilai Kepemimpinan yang lahir dari PMB yang menjadi kebutuhan untuk dunia
mahasiswa kekinian.
Bagai mana mungkin PMB bsa menjadi tempat pencarian teman, talent
Counting/melatih jiwa kepemimpinan. Maka program-program PMB harus diarahkan
kesana. Anggota tua ditempatkan sebagai pendamping/penyumba ng pikir dan
anggota muda yang menjalaninya. Ada budaya yang tidak bisa dihilangkan dari
PMB yaitu HURA-HURA.

Sn. Tutun
Dulu di bandung ada kelompok-2 yang terkenal PMB,CSB,IMABA, DAMAS. Masuk PMB
rame rame karna Gengsi, Elit, Hura2.
1. Format reborn PMB???
2. Komunikasi PMB dengan kampus???

Sn. Miroza
Ada gap ketika menjadi anggota muda dan ketika setelah menjadi anggota biasa
dan alumni. Karna banyak anggota biasa di PMB yang kehilangan motivasi.

Sn.Firil
Peran organisasi PMB harus bisa mengisi kekosongan kemerdekaan RI sekarang
ini, Yaitu pembentukan Kepemimpinan untuk anggotanya.

Sn. Dedi paniogoro
Hura2 dan pendidikan tidak terlalu bertentangan.
Pak Qoyum(bukan anggota PMB)
1. Bagaimana memandang PMB pada tahun 1994, kebetulan masa itu
organisasi ekstra lagi kurang intens. Dan PMB sama dengan yang lainnya.
2. Dengan peta kemahasiswaan sekarang ini kecerendungan untuk
memunculkan Organisasi mahasiswa seperti PMB. Ada kesempataan untuk PMB
lahir kembali dengan budaya hura2.

Sn. Diego
Teknologi2 modern saat ini harus kita serap secara maksimal. Untuk memformat
PMB lagi,
Missalkan Pembangunan Website PMB.

Sn. Dedi paniogoro
1. Tim presedium harus menjabat 1 thn lagi, dan harus cepat2 memformat
REBORN PMB.
2. Hubungi ketua lembaga SBM ITB.
3. Scedule yang konsisten dan Cepat.
Format PPA dan MPAB harus gampang daftar, gampang masuk, gampang
beres/menjadi anggota.
PMB Jangan dulu berkoar sebelum konsep reborn beres. Sebelum tanggal 25
konsep reborn harus sudah beres.

Sn.
1. Bikin Direktori PMB untuk pengembangan sejarah. ││
2. Bikin Website PMB
3. 2 Produk itu dimasukan kedalam agenda senat.

Indra Abidin
PT. Fortune Indonesia, Tbk
Gedung Galaktika Jalan Harsono RM No 2 Jakarta 12550
Tel: 62 21 782 7989
Fax: 62 21 7884 7524
Indonesia

Email: iabidin@fortuneindo .com
Web : http://www.fortuneindo. com
http://www.iaaglobal. org

Iklan

12 responses to “PMB REBORN – Meeting

  1. Muslimin Nasution

    Kang Indra, dkk
    Terima kasih atas email terlampir. Catatan terlampir cukup berbobot hanya masih berserakan, saya kira harus ditata menjadi suatu orkestra yang menarik. Saya yakin kita punya banyak tokoh untuk dapat membangun suatu arsitektur tata pengembangan PBM masa depan. Dari catatan terlambir rasannya istilah ” Reborn ” ini kok kurang kena. Mungkin istilah REKONSTRUKSI kedepan lebih baik, dia akan melahirkan SEMANGAT BARU yang menuntut perubahan. th. 2002-2004 PMB tidak megadakan penerimaan anggota ini akibat karena PMB tidak berubah bissnis as ussual. Ini berlaku hukum besi If we don’t we die. Kenapa Rekonstruksi karena situasi lingkungan, kebutuhan,tuntutan kepada PMB kedepan jauh berbeda pada saat PMB LAHIR. Kelihatannya masih ada nada2 mendekotomikan yang muda dan yang tua. Saya kira ini kurang tepat sebaiknya yang perlu diperhatikan adalah SEMANGATNNYA, VISINYA, REPUTASINNYA, INTERGRITASNNYA, KEPEMIMPINANNNYA DAN KETELADANANYA. bukan soal usia muda atau tua. Kedepan IPB harus dapat berfungsi sebagai organisasi non partisan dan melakukan fungsi sebagai melting point. Sebagai melting point PMB punya potensi yang sangat besar karena banyak anggota PMB yang berkiprah di perbagai partai dan birokrasi. Sebagai rujukan sejarah lokasi Bandung sangat tepat untuk membawa semangat perubahan dan pembaharuan. Jadi dalam REKONSTRUKSI ini PMB harus berfikir OUT OFF THE BOX. Selamat Berjuang.

    Wassalam Muslimin nasution

  2. Kang Muslimin,

    Terima kasih masukkannya REKONSTRUKSI Berarti kita perlu susun Reposisi PMB sesuai dengan kebutuhan masyarakat kini dan mendatang.PMB melalui anggota anggotanya telah banyak menyumbang peran bagi pembangunan nasional dalam perjalanan bangsa 6 dekade lalu.Banyak tokoh tokoh pembangunan yang menjadi kebanggaan kita karena digodog, dibentuk dan dibangun dari nilai nilai yang ditumbuhkembangkan saat mereka bergaul di PMB.SEMANGATNNYA, VISINYA, REPUTASINNYA, INTERGRITASNNYA, KEPEMIMPINANNNYA DAN KETELADANANYAmerupakan nilai nilai, kepribadian, ketrampilan, serta ciri ciri khas (Branding) yang dimiliki menonjol oleh banyak anggota PMB. Kedepan IPB harus dapat berfungsi sebagai organisasi non partisan dan melakukan fungsi sebagai melting pointMelting Pot – Heterogenitas merupakan ciri PMB sejak lama..justru heterogentias menjadi kekuatan PMB.Heterogenitas mempelruas jejaring pergaulan, koneksitas, tali silaturahmi yang kaya sehingga mmeudahkan anggota kita kelak terjuan dimasyarakat meniti karirnya dimanapun dia berpraktek.. Nyor Djanaka,Tampaknya akan sangat membantu apabila ada sukarelawan Pokja rembug fikir sejak sekarang menyusun SWOT Organisasi PMBVisi dan Missi Nilai nilaiParadigma baru kini dan kedepan kemudian hasil hasil ini dilontarkan ke diskusi akbar pada 1 Npember untuk ditindka lanjuti enjadi strategi pembangunan MB masa kini dna masa mendatang.semua ini bisa menjadi pelatihan para anggota aktif yaitu mahasiswa didukung dair belakang oleh para alumni dan sesepuh.dengan demikian pokja menjadi salah satu pelatihan “Kepemimpinan” yang bermanfaat bagi mahasiswa anggota PMB. Demikian sumbang fikir saya..Kang Muslimin, Mohon masukkan nya…
    wass Indra Abidin

  3. Muslimin Nasution

    Ytc. Kang Indra,

    Terima kasih atas tanggapannnya. Sedikit komentarnnya
    Banyak tokoh tokoh pembangunan yang menjadi kebanggaan kita karena digodog, dibentuk dan dibangun dari nilai nilai yang ditumbuhkembangkan saat mereka bergaul di PMB.
    Ada dua era pembanguunan yang melahirkan tokoh yang berbeda yang tidak terlepas dari karakter pemimpinnnya. Di jaman Bung Karno ( alm ) kita mendapat pendidikan ( masuk kurikulum ) indoktrinasi yang menekankan nation and charakter building. Kita digembleng soal nationalisme, patriotisme, dan idealisme. Kita harus menguasai TUBAPI ( Tujuh bahan pokok revolusi ) termasuk manipol usdek. Sekedar kembali ke masa lampau saya masih terngiang2 pidato Bung Karno … ” kita ini suatu figthing nation apa tidak ?? Kita ini bangsa tempe atau bangsa banteng ?? Kalau kita bangsa yang berjuang, kalau kita satu fighting nation, kalau kita satu bangsa banteng dan bukan bangsa tempe, marilah kita berani menyerempet- nyerempet bahaya, berani ber VIVERE peri COLOSO….hasil dari gemlengan ini bangsa Indonesia disegani di dunia, lahirlah generasi yang berani ber VIVERY peri COLLOSO. Kita keluar dari PBB. Rebut Irian Barat dan Ganyang Malaysia.Pangkalan dongkrak lahirbnnya NKRI Mungkin masih ingat lagu Amerika kita strika dan Inggeris kita linggis. dengan semangat ini dibandung lahir peristiwa 10 Mei 1963. Mungkin untuk menelusuri sejarah buku MEREKA DARI BANDUNG hampir 70 % didalamnnya adalah cerita tentang tokoh alumni PMB perlu dibaca oleh generasi saat ini. Di Era orde Baru timbul motto POLITIK NO EKONOMI YES. dikalangan mahasiswa lembaga tempat pencetakan kader kampus DEWAN MAHASISWA dibubarkan. Mahasiswa ditekan untuk sepenuhnnya belajar. Tentang ekonomi praktis dikendalikan oleh Berkley Mafia. Bangsa ini dididek berfikir sangat pragmatis tidak ada lagi cerita tentang nationalisme, idealisme dan patriotisme, hilang sifat kepedulian atau kepekaan terhadap lingkungan dengan motto ” emangnnya gue pikirin ” emangnya gua dapat apa. Jadi kalau melihat kondisi sekarang tidak bisa melihat sebagai dukun tiban yang jatuh dari langit semua keadaan itu memiliki prolog dan epilognnya. dengan mempelajari prolog dan epilognnya ini kita REKONSTRUKSI PMB agar bermanfaat bagi pembangunan. Pada acara halal bill hallal kemaren saya bertemu dengan Ginandjar Kartasasmita PMB. th. 1959 dan Ir. Sarwono PMB 61 atau 62 saya sampaikan adannya reuni I nop di Bandung. Mereka cukup bersemangat dan saya yakin banyak lagi tokoh yang lain yang berhasil di birokrasi. legislatif dan dunia usaha yang dapat diajak urun rembuk menyusun Arsitektur Pembangunan Indonesia 2009/2014.
    Wassalam Muslimijn nasution

  4. Setuju. Bagaimanapun, ada korelasi yang jelas antara PMB sebagai sebuah organisasi mahasiswa yang pada pendiriannya diniatkan sebagai sebuah organisasi perjuangan, dengan kondisi riil bangsa dan negara ini.Sekedar mengingatkan, th 1948 sampai 1950, nama organisasi ini adalah PMIB (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Bandung). Ketika kemerdekaan indonesia telah diakui secara luas oleh dunia maka ia menjadi PMB. Bahkan pada awal pendirian organisasi ini pun sudah kental nuansa Nasionalisnya.Ada sesuatu yang hilang di bangsa ini. Ia adalah, apa yang saya sebut sebagai IDENTITAS POLITIK BANGSA. Saya baca beberapa buku tentang Indonesia tempo dulu. Astaga! Setidaknya manusia-manusia Indonesia tempo dulu lebih paham identitas politik bangsa mereka. Lalu saya berpikir, “itu”-lah yang kini tak lagi dimiliki oleh bangsa ini. Itu semua karena menurut saya Negara gagal membangun sebuah sistim ketahanan Nasional. Negara tidak mempunyai keberpihakan yang jelas terhadap nilai-nilai tradisional dan kultural Bangsa ini, sehingga mereka gagal dipergunakan sebagai alat ketahanan Nasional tersebut, padahal Jepang kokoh di mata dunia justru karena nilai-nilai kultural mereka.Ada satu cerita yang sangat inspiratif. Beberapa waktu lalu Jepang dibentuk Tim Rugby dengan mendatangkan pelatih dari negeri asal olahraga tersebut : Amerika. Suatu saat mereka mengundang juara Rugby dari Amerika untuk bertanding di sana dan, juara Rugby Amerika tersebut ternyata kalah. Pada saat itu, Negeri Jepang seperti hendak bilang kepada Amerika : “Lihatlah. Bahkan Kami mampu mengalahkan Budaya anda”Ah, tentu saja Indonesia bukan Jepang, bukan pula Amerika. Indonesia adalah Indonesia. Begitupun, PMB ADALAH PMB, YANG HARUS BERIDEOLOGI : BUKU, PESTA, DAN CINTA.Selamat ber-reuni Nyor….
    salam,firil

  5. Ytc Mang Muslimin,

    saya sependapat bahwa kita perlu jadikan dampak 2 periode:
    1. Vivere Periculoso,

    2. Orde Baru

    terhadap mahasiswa, kelembagaan serta perilaku yang menjadi keluaran masa tersebut.

    Kita perlu definisikan kebutuhan yang berkembang dimasyarakat, serta bagaimana

    kebutuhan tersebut dipenuhi khususnya oleh PMB.

    Nasionalisme ?

    Idealisme?

    Kepemimpinan?

    Pragmatisme?

    Nilai nilai masyarakat yang dijunjung tinggi?

    Adanya pemikiran oleh Mang Muslimin, Ginandjar, Sarwono, MAng Muslimin, dan lainnya;

    saya percaya dapat mempercepat Perekayasaan sosial Indonesia kedepan.

    Membuka halaman baru “Indonesia Raya” dengan kemasan yang segar dan diminati mahasiswa.

    Serta dirumuskannya fungsi dan peran yang dapat diemban PMB.

    Wass

    Indra Abidin
    PT. Fortune Indonesia , Tbk

  6. Muslimin Nasution

    Ytc. Mang Indra,

    Mungkin karena sewaktu peralihan antar orde lama dan orde baru keadaan ekonomi Indonesia sangat berat karena itu keluar motto ” politik no ekonomi yes ” dengan motto ini paradigma pembangunan sangat besar penekananya kepada ekonomni. Sasaran pembangunan adalah pertumbuhan. budaya berfikir terarah kepada PRAMAGTISME yang wujutnnya adalah masyarakat yang sangat konsumtif. Pada situasi seperti ini sulit kita bicara tentang kebangsaan, idealisme, nationalisme apalagi bicara soal massa depan bangsa. Tumbuh generasi yang mencari pembenaran berfikir mencari yang haram saja sudah susah apalagi mencari rezki yang halal.Untuk membangun kedepan kita butuhkan mengoptimalkan Modal Sosial Bangsa pada hal untuk membangun MODAL SOSIAL bangsa diperlukan SEMANGAT Nasionalisme, Patriotisme, Idealisme yang dikemas dalam bingkai profesionalisme untuk membangun bangsa yang mandiri dan bermartabat dengan fondasi UUD 45. Untuk itu diperlukan pemerintah yang berani VIVERE PERI COLLOSO seperti Achmad Dinejat di Iran, dan Eva Morales di Bolivia dsb. Untuk membangun Modal Sosial bangsa diantarannya dimulai dari pendidikan . Kita sebaiknnya melihat apa yang terjadi di Cina.Mungkin ada baiknnya PMB atau mahasiswa mebedah buku yang menjadi sumber kekuatan perubahan di CINA. Buku Education Ror 1.3 Billion yang ditulis oleh Former Chinese Vice Preimer LI LANQING On 10 Years of education Reform and Developmen.Merlalui pendidikan berbasis ACHLAQ dalam 10 tahun Cina berubah menjadi negara yang sangat diperhitungkan kekuatannya. Selamat berjuang.

    Wassalam
    Muslimin nasution

  7. Mang Muslimin,

    Tampaknya diskusi kita ini bisa menarik anggota dan alumni PMB yang peduli terhadap kebangsaan kita.

    Salah satu aspek yang perlu kita pertimbangkan adalah bentuk baru “perpeloncoan” .

    Dalam pengertian ritual anak remaja menjadi dewasa /pendewasaan seorang anak muda menjadi manusia, 2 minggu menggembleng anggota PMB menjadi kuat, berani, dan ulet.

    bagaimanakah perpeloncoan bisa di sesuaikan dnegan zaman. Tampaknya pengertian perpeloncoan dan kualitas nya ditolak oleh banyak mahasiswa sekarang

    Wass,

    Indra Abidin

  8. Muslimin Nasution

    Ytc. Mang Indra,

    Setuju banget sarannya. Perpeloncoan diarahkan dalam rangka membangun achlak. Modelnnya seperti ESQ Gimnasiar yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi Tantangan dan Impian kedepan. Perpeloncoan ini tidak berhenti dalam dua minggu massa perpeloncoan. Masa perpeloncoan ini dipakasi sebagai peletakan dasar konsep membangun achklan yang mulia. Setelah itu tetap diadakan pertemuan2 lanjutan yang terpogram secara utuh seperti diskusi2 dan sebagainnya dalam rangka membangun achlak mulia.Konsepnnya dalam diskusi ini kurikulumnnya untuk menumbuhkembangkan Imusionalqoation dan spiritualquation sedang intelegence quotion sudah didapat di ruang kuliah. Mungkin Topik mencari model perpeloncoan ini bisa diangkat dalam suatu diskusi 1 Nopember sehingga perpeloncoan tahun depan sudah bisa disosialisaikan dan dilaksanakan. Mari kita manfaatkan diskusi ini agar dapat menemukan sesuatu topik yang menarik dan bermanfaat. Mari kita jadikan PMB ini suatu organisas dengan motto Mencari dan Memberi yang terbaiik bagi Almamater. Selamat berjuang.

    wassalam
    muslimin nasution

  9. Bang Muslimin en rekan Sinyor Sinyorita,

    Ada satu hal yang harus tetap kita inget, Mnya PMB adalah Mahasiswa. Ini berkali-kali ditegaskan dalam beberapa pertemuan, supaya jangan jadi Perhimpunan Alumni PMB. Jaman dulu ga ada tuh alumni yang ikut-ikut dalam organisasi, kita semua yang masih mahasiswa saja yang berkiprah di PMB. Jadi anggota PMB yang cuma 17 orang dari angkatan 2007 itu yang harus jadi embrio PMB Reborn.

    Waktu kita kumpul-kumpul di rumah Sinyor Dedi Panigoro yang mencetuskan Reborn, ada salah satu anggota aktif 2007 yang menanyakan hal ini, termasuk format perpeloncoan ke depan. Jadi menurut saya kita harus mendengar mereka, apa kira-kira yang jadi harapan dan pandangan mereka. Ada celetukan juga dari mereka . . . . ‘haree genee perpeloncoan. . . . ‘ . Perpeloncoan dulu adalah identik dengan penggemblengan fisik dan mental . . . dan itu yang menciptakan rasa kesetiakawanan, ketahanan fisik . . . dan selanjutnya . . . hura-hura . . . ! Yang pasti anggota PMB itu rata-rata jadi militan dan punya kecintaan atas korpsnya. Tapi untuk merubahnya menjadi ajang membangun akhlak . . . hmm . . . apa cocok ga yah . . . . ? Apalagi waktunya sangat terbatas. Tapi format perpeloncoan yang dulu juga pasti sudah tidak cocok dengan masa sekarang.

    Jadi sebaiknya kita tanya anggota aktif saja. Kita sebagai alumni hanya mengantar mereka untuk bangkit kembali, mereka yang lebih tau situasinya.

    Salam,

    Tutun 64

  10. Ikut komentar.
    Ada kesan bahwa anggota aktifpun “bingung” mikirin harus gimana mereka dan PMB kedepannya.
    Untuk itu gak ada salahnya kita2 para alumni yang memberi pemikiran dan kita diskusikan nanti tanggal 1 Nov ’08.
    Soal cocok atau tidaknya…. .. ya kita coba aja.
    Wassalam,
    Djan2’69.

  11. Tidak perlu banyak teori, PMB kuat karena bebas dan fun. Kalaupun harus ada dasar ilmu, pakailah ilmu bahwa cara terbaik untuk belajar adalah dengan bermain. Learn through Play

    Sudah terbukti sepanjang jaman

    WW

  12. Ada satu wacana menarik yang mungkin bisa dilakukan oleh PMB saat ini…
    Bangsa ini sedang tumbuh dengan kebutuhan akan terbukanya mata dan pikiran serta kreativitas dan efesiensi terhadap pemakaian teknologi informasi bagi kehidupan bangsa dan negara (terlalu teknis dan ideal ya??? tapi tidak jadi masalah… lebih baik meminjam istilah nyor Wimar Witoelar -> “Learn Through Play” (LTP… kayak di GNU/Linux aja -> http://ltp.sourceforge.net/ )
    Kata kuncinya adalah F/OSS (Free/Open Source Software), mau tidak mau menurut saya harus dijamah oleh yang namanya “mahasiswa”…
    F/OSS sedang gencar2nya di Indonesia, juga di Bandung, ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh PMB dalam rangka PMB REBORN… Let’s Learn Through Play !!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s