Milis

* Mailing List TERBUKA  untuk anggota PMB dan Non PMB

    http://groups.yahoo.com/group/merdeka7

    Cara menjadi anggota :

    Kirimkan email kosong ke  merdeka7-subscribe@yahoogroups.com dan bila balasan agar di Reply.

    Mailing List ini merupakan forum diskusi anggota PMB dan Non PMB

** Mailing List TERTUTUP khusus anggota PMB

    http://groups.yahoo.com/group/merdeka

    Kirimkan email berisikan data : nama bagus, nama jelek, no Anggota/Tahun masuk     

    PMB, asal perguruan tinggi , alamat sekarang dan nomor telepon atau HP.

Kirimkan email tersebut ke moderator Bambang Budianto PMB 79 email  bambang77001@yahoo.com dengan tembusan ke Aris Munawar PMB 95 email  arismunawar@yahoo.com

Iklan

3 responses to “Milis

  1. *

    Pemikiran Seorang Nasionalis Untuk menegakan Rule of Law di negara yang catut marut penuh dis integrasi bangsa ini

    Pikiran ideal kita sungguh suli menerima kenyataan atas buruknya wajah penegakan hukum di negeri, yang diambang des integrasi bangsa ini, namun seorang yang bijak dengan mudah akan dapat mengerti, memahami serta memaklumi realita yang terjadi, biasanya dilatarbelakangi pemikitran yang sejalan dengan rumus tentang syarat tegaknya hukum oleh pakar Sosiologi hukum Prof.Dr.Satjipto Raharjo,SH yang setidaknya ada 4 pilar yang saling mempengaruhi bagi tegaknya hukum yakni :
    1. Profesionalisme dan moralisme aparat
    penegak hukum
    2. Kualitas produk hukum
    3. sarana, fasilitas, dan anggaran
    4. budaya hukum masyarakat
    Apakah kita semua berkomitmen untuk Kota Bandung menjadi tertib dan teratur ? kalau Ya, maka jalannya adalah hukum harus ditegakan secara obyektif- faktual dan rasional mengedepankan kepentingan bersama/publik dan sama sekali harus dibuang jauh-jauh subyektifitas-emosional yang dikendalikan perasaan-perasaan yang cenderung mementingkan pribadi/kelompok, entah sampai kapan kah demikian ? mungkin saja, sepuluh, lima belas tahun kedepan indonesia hanya tinggal namanya saja dalam sejarah dalam selembar kertas, kerena kita kembali kejaman dahulu terkotak-kotak, dibagi berbagai negara, andai saja para pemimpin negara ini bijaksana mau dibawa kemana arah nakhoda negara ini kumaha aing NYoooooooooooooooorrrrr
    Dicky Demoz” Dicky Meong FKPPI” PMB 90
    Semoga Kemahasiswaan, Kemasyarakatan dan Kenasionalan sebagai Visi dan Misi PMB dapat menjawab tantangan jaman, tantangan masa depan negara ini yang sudah Enam Puluh Dua Tahun Merdeka (62 Tahun ) kita merdeka !!!!!!

  2. DPR/DPRD kurang mewakili rakyat
    “DPR/DPRD kurang mewakili rakyat”lebih ekstrim lagi “DPR/DPRD bukan wakil rakyat” begitu komentar yang sering dilontarkan sebagian kalangan, terutama rakyat kecil(akar rumput)/yang merasa suaranya tidak pernah didengarkan, memang di negeri yang dianbang de integrasi tidak mudah bagi orang kebanyakan untuk bertemu dengan wakil-wakil yang mereka pilih sendiri melalui pemilu, anggota legislatif yang dipilih untuk mewakili kepentingan rakyat cenderung hanya menjalin hubungan sebatas menjelang pemilu, setelah terpilih hubungan putus……..kaya iklan ajeeeee.
    Waktu reses dimanfaatkan anggota dewan untuk kembali ke konstituen, beberapa anggota memilih menggelar pertemuan di hotel, ada juga yang dirumah makan dan lapangan terbuka, akan tetapi ada juga yang langsung mendatangi warga.
    Di Nigeria misalnya UNDP membantu parlemen nasional untuk memperkuat peran representasi dengan mengadakan serangkaian kampanye dengar pendapat publik untuk membahas isu-isu penting.
    Di luar kegiatan seperti dengar pendapat publik dan sejenisnya masih banyak sarana yang dapat dimanfaatkan anggota legislatif untuk berkomunikasi dengn pemilih, yang menjadi pertanyyyyyaaaan sekarang maukah ? para anggota yang katanya terhormat melakukan investasi politik yang lebih besar lagi dengan lebih sering bertemu dengan para pemilihnya ?
    sebagai mana dalam agama islam “jika kita dikasih amanat oleh orang lain dalam hal ini rakyat maka harus mengemban amanat dengan sebaik-baiknya” ya ayuhaladina amanu ku ampusakum wa ahlikum naro” Innama buiistu liutamimal makarimul akhlak” semoga ahklak para wakil erakyat kita tidak diperbudak oleh nafsu angkara murka, berapa waakil rakyat yang tercela X berapa kabupaten/Kota se Indonesia, Kali Berapoa Provinsi se indonesia, kali DPR RI,DPD kalau beli kerupuk berapa kaleeeng, mending buat membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya……hidup demozzzzzzz
    salam
    Dicky “meong AMPI:Demoz PMB 90

  3. Perjuangan wakil rakyat menghadirkan presiden dalam sidang paripurna untuk menjawab hak interpelasi nuklir Iran belum surut. Hari ini rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI akan menentukan jadwal untuk mengundang kembali presiden ke Senayan.

    Apa yang akan diperjuangkan fraksi-fraksi di DPR dalam rapat Bamus hari ini? Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo menyatakan akan konsisten dengan keputusan sidang paripurna akhir Mei lalu, yang meminta presiden hadir untuk menjawab interpelasi DPR.

    “Rapat Bamus itu mengemban amanat suara mayoritas di paripurna. Jadi, kami akan konsisten dengan hasil paripurna,” jelasnya saat dihubungi semalam. Undangan Bamus kepada presiden akan menjadi parameter seberapa besar political will presiden dalam menjalin hubungan baik dengan legislatif.

    Jadi, Tjahjo berharap rapat Bamus bisa mengeluarkan kebijakan yang proporsional. Artinya, Bamus tetap mengundang presiden ke sidang paripurna untuk menjawab hak interpelasi. “Soal presiden mau hadir atau tidak, itu kita serahkan kepada presiden. Terus terang, tata tertib kita lemah,” tegasnya.

    Bamus masih perlu mengundang kembali presiden karena rapat konsultasi DPR-presiden yang berakhir Rabu dini hari kemarin bukanlah forum untuk mengambil keputusan. “Jelaskan saja kembali materi dalam rapat konsultasi kemarin (dua hari lalu, Red) di sidang paripurna,” lanjutnya.

    Rapat konsultasi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan DPR yang berlangsung hingga Rabu dini hari membuat SBY kelelahan. Saat meninjau fasilitas Badan Atom Nasional (Batan) di Kompleks Puspitek Serpong, Banten, dan meresmikan jalur ganda KA Tanahabang-Serpong di Stasiun Serpong kemarin, mata SBY terlihat merah.

    Tampak sekali bahwa orang nomor satu di Indonesia itu kurang tidur. Merasa orang-orang di sekelilingnya memperhatikan hal itu, SBY pun menjelaskan. “Kalau mata saya tampak agak merah, ini bukan karena marah, tapi karena saya rapat konsultasi dengan DPR sampai pukul 02.30,” ujar SBY saat memberikan sambutan di Kompleks Puspitek.

    Meski harus bergadang hingga pagi, SBY mengaku puas dengan hasil rapat konsultasi tersebut. SBY menyambut baik masukan dan kritik konstruktif dari para pimpinan komisi, fraksi, dan BKSAP itu. SBY berjanji mengomunikasikan setiap kebijakan politik luar negeri dan kebijakan yang menyangkut hajat orang banyak dengan DPR.

    “Atas semua yang disampaikan, ke depan menyangkut isu-isu sensitif dan fundamental seperti kerja sama hubungan luar negeri, kami sepakati membangun forum komunikasi dan konsultasi yang lebih intensif,” kata SBY menjelaskan pembicaraannya selama enam jam itu.

    Usai rapat konsultasi dini hari kemarin, SBY menjelaskan bahwa rapat tersebut memang tidak memiliki hubungan dengan interpelasi DPR. Soal hak interpelasi, SBY menyatakan menghargai dan akan menghormati hak tersebut.

    Hanya, SBY meminta agar semua pihak juga menaati tata tertib yang berlaku. “Saya berpendapat, pertemuan ini perlu kita tingkatkan frekuensinya pada waktu yang akan datang,” ungkapnya

    Dengan adanya forum komunikasi dan konsultasi pemerintah-DPR , lanjut presiden, semua pihak diharapkan memiliki persepsi yang sama ketika melakukan diplomasi. “Ini butir-butir penting yang pemerintah rasakan dalam konsultasi pada malam ini,” kata SBY.

    Ketua DPR Agung Laksono saat konferensi pers dini hari kemarin menambahkan, forum konsultasi itu memberikan apresiasi dan penghargaan atas penjelasan presiden mengenai kebijakan politik luar negeri Indonesia secara komprehensif. Agung juga menilai pertemuan konsultasi tersebut sangat penting. “Pada kesempatan yang akan datang bisa saja masalah pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sebagainya,” ujarnya.

    Agung menegaskan, pemerintah dan DPR menyadari bahwa forum konsultasi bukan untuk mereduksi hak interpelasi DPR RI. Proses hak interpelasi tetap berjalan sesuai dengan hak konstitusional DPR dan akan ditindaklanjuti Bamus DPR hari ini.

    Rapat konsultasi dimulai Selasa pukul 19.30 dan baru berakhir pukul 01.55. Presiden hadir didampingi Wapres Jusuf Kalla dan ketiga menteri koordinator, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, dan Mensesneg Hatta Radjasa.

    Selain itu, hadir pula Menkum dan HAM Andi Mattalatta, Menteri Perdagangan Marie E. Pangestu, Seskab Sudi Silalahi, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Marsekal Joko Suyanto, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab, serta mantan Kapolri Da’i Bachtiar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s